Kemampuan (Skill) yang Harus Dimiliki System Analyst

System analyst membutuhkan serangkaian kemampuan khusus.

  • Pertama, mereka harus mampu memahami bagaimana cara membangun sebuah sistem informasi, yang berarti membutuhkan tidak sedikit pengetahuan terhadap hal-hal teknis (teknologi).
  • Kedua, mereka harus mampu memahami bisnis yang sedang mereka hadapi dan bagaimana bisnis tersebut dapat didukung oleh tiap jenis informasi yang ada.
  • Terakhir, analyst harus mampu memahami perilaku dan jenis-jenis orang yang ada serta cara kerja mereka.

Walaupun seorang analyst tidak terlibat dalam aktivitas-aktivitas seperti programming, network design, atau hardware configuration, akan sangat penting bagi dirinya untuk memahami berbagai jenis teknologi (teknologi apa yang digunakan, bagaimana cara kerjanya, dan bagaimana perkembangannya). Seorang system analysts harus mampu memahami hal-hal dasar seperti berikut:

  • Computers dan cara kerjanya
  • File, database, dan storage hardware dan software
  • Input dan output hardware dan software
  • Computer networks dan protocols
  • Programming languages, operating systems, dan utilities
  • Communication dan collaboration technology seperti digital telephones, video-conferencing, dan web-based document management systems.

System analyst juga harus tahu akan banyak hal terkait dengan tools dan techniques untuk membangun sistem. Tools merupakan alat bantu dalam rupa software products yang digunakan untuk membantu pembangunan spesifikasi analisis dan perancangan serta komponen-komponen dari sistem secara keseluruhan. Beberapa tools yang dapat digunakan seperti Microsoft Access, Oracle JDeveloper, Enterprise Architect, etc.

Sementara itu, techniques merupakan strategi-strategi yang digunakan untuk menyelesaikan aktivitas-aktivitas pembangunan sistem dengan spesifik. Beberapa contoh dari techniques adalah sebagai berikut:

  • Project planning techniques
  • Cost/benefit analysis techniques
  • Interviewing techniques
  • Requirements modeling techniques
  • Architectural design techniques
  • Network configuration techniques
  • Database design techniques

Knowledge dan skills lain yang penting bagi seorang analyst adalah kemampuan untuk memahami bisnis dari organisasi. Beberapa hal yang harus dipahami seperti

(1) fungsi-fungsi bisnis apa yang dijalankan di perusahaan,

(2) bagaimana struktur dari perusahaan,

(3) bagaimana perusahaan dikelola,

(4) aktivitas kerja apa saja yang terjadi di perusahaan,

(5) seperti apa rincian dari kegiatan bisnis perusahaan,

(6) apa saja indikator-indikator kesuksesan dari perusahaan,

(7) apa saja strategi dan perencanaan dari perusahaan, dan

(8) apa saja tradisi dan nilai yang dipegang oleh perusahaan.

Oleh karena itu, sangat penting bagi seorang analyst untuk memahami perusahaan beserta budaya, visi, misi dan tujuannya, sehingga solusi yang direkomendasikan dapat sesuai dengan perusahaan itu sendiri.

Interpersonal skills mungkin adalah kemampuan yang paling penting bagi seorang analyst, mengingat dirinya akan berhubungan dengan banyak sekali orang dalam kegiatan menggali informasi, bekerja dalam tim sampai meyakinkan rekomendasi solusi yang diberikan. Analyst harus dapat berperan sebagai translator yang mampu menterjemahkan kebutuhan bisnis menjadi kebutuhan fungsional dan solusi TI menjadi solusi bisnis yang memiliki value untuk meningkatkan kinerja bisnis perusahaan. Di samping itu, analyst harus dapat bertindak juga sebagai communicator, negotiator, teacher, mentor, confidant, collaborator, manager, dan leader.

Dalam pekerjaannya, system analyst akan terlibat dengan informasi-informasi pribadi ataupun perusahaan yang penting. Oleh karena itu, analyst harus mampu menjaga kerahasiaan akan informasi-informasi tersebut. Pada lain kesempatan, analyst juga dapat ditempatkan di perusahaan lain yang menjadi client, sehingga kerahasiaan informasi harus dapat dijaga demi profesionalisme kerja sebagai seorang system analyst. Etika dan integritas dari seorang system analyst haruslah dilaksanakan dengan penuh komitmen.

Leave a Reply