+62 812 2116 0659 Jakarta, Indonesia arief@omeblo.com

Kalau kamu sekarang berkecimpung di dunia startup IT, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah Backend Developer, Frontend Developer atau Full Stack Developer, bener gag? Ketiga istilah ini akan selalu kamu temukan di dalam pengembangan produk IT saat ini. Tapi, tahukah kamu perbedaan dari ketiganya?

Pada saat kamu sedang mengembangkan sebuat software atau aplikasi, ada beberapa hal krusial yang harus dimiliki yakni bagian untuk menangani data, bagian untuk menangani proses matematis dan logis, serta bagian untuk menampilkan hasil dan interaksi dengan user. Gabungan dari ketiga bagian inilah yang menjadikan sebuah aplikasi berjalan sempurna, jika terjadi error pada salah satu bagian maka keseluruhan aplikasi menjadi tidak bisa digunakan.

Pada awalnya setiap pengembang software diharuskan bisa mengerjakan ketiga bagian. Namun seiring berkembangnya dunia pemograman dan munculnya tools – tools baru dan teknik – teknik yang semakin kompleks memunculkan spesifikasi khusus pada pembagian developer. Salah satu spesifikasi yang muncul adalah spesifikasi dalam part pemograman yakni backend developer yang lebih banyak menangani bagian proses logis dan basis data, frontend developer yang menangani desain antar muka dan interaksi user dengan aplikasi dan full-stack developer yang bisa menangani kedua bagian sebelumnya.

Backend Developer

Backend Developer dalam pekerjaannya akan lebih banyak berkutat dalam pemrosesan data seperti menampilkan data – data yang harus ditampilkan, memproses perhitungan, memproses alur data di database, integrasi dengan aplikasi/plugin lain, hingga memastikan keamanan data.

Biasanya Backend Developer lebih sering menghasilkan API (Application Program Interface) yang biasanya berbentuk teks JSON. API berfungsi sebagai jembatan untuk menghubungkan antarmuka aplikasi dengan database atau juga dengan aplikasi lain.

Beberapa bahasa pemograman untuk backend:

  • Java
  • Python
  • PHP
  • Ruby
  • Golang

Frontend Developer

Setiap tampilan di aplikasi yang dilihat oleh user menjadi area tanggung jawab dari Frontend Developer.  Frontend Developer harus memastikan setiap tampilan dari data mudah dimengerti dan berjalan dengan benar. Jangan sampai informasi yang disampaikan justru salah misalnya dalam website berita antara judul dan konten ternyata terbalik atau dalam aplikasi ternyata antara logo dan keterangan tidak nyambung. Frontend Developer juga harus memastikan setiap aksi yang dilakukan oleh user seperti tombol yang diklik atau form yang disubmit terhubung dengan backend.

Beberapa bahasa pemograman untuk frontend:

  • HTML
  • React.js
  • Angular.js
  • Vue.js
  • CSS

Full-stack Developer

Nah, jika kamu menemukan seseorang di startup kamu yang mampu mengerjakan baik bagian backend dan frontend maka ia adalah seorang full-stack developer. Full-stack Developer adalah developer yang memiliki kemampuan untuk mengerti dan menganalisa seluruh bagian pemograman.

Walaupun Full-stack Developer mampu mengerjakan kedua bagian pemograman, tak selamanya mereka harus selalu mengerjakan keduanya. Bisa saja mereka hanya fokus di salah satu bagian tapi jika ada masalah di bagian yang lain mereka mampu menganalisa dan memperbaikinya.

***

So, itu dia perbedaan dari  Backend Developer, Frontend Developer dan Full Stack Developer. Kamu masih bingung? Silahkan lontarkan pertanyaanmu di kolom komentar.

Oiya, dengan perkembangan dunia pemograman yang semakin cepat dan kompleks bisa saja pengertian dari ketiga profesi ini berubah. So let’s never stop to learn… (AGP)

Leave a Reply